Karhutla Dekati Sumur Minyak Pertamina Riau

10 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, menjalar dengan cepat hingga mendekati fasilitas operasi Pertamina EP Lirik.

Kondisi tersebut membuat Pertamina EP Lirik (PEP Lirik) langsung mengerahkan tim Fire Brigade untuk membantu mengendalikan api. Titik kebakaran yang semula berjarak sekitar 250 meter dari fasilitas produksi Sumur ML-12 mulai bergerak mendekati area operasi pada Selasa (8/9/2026) sore.

Field Manager Pertamina EP Lirik Luqman Arif mengatakan perusahaan langsung melakukan koordinasi dan pengecekan setelah menerima laporan mengenai karhutla tersebut.

"Dari hasil pengecekan, titik kebakaran berada sekitar 250 meter dari fasilitas produksi Sumur ML-12. Kami langsung menyiagakan tim Fire Brigade untuk mengantisipasi agar api tidak mendekati dan berdampak terhadap area operasi," ujar Luqman Arif.

Tim mulai melakukan penanganan sekitar pukul 15.00 WIB hingga malam hari. Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala karena titik awal kebakaran sulit dijangkau menggunakan Fuso Fire Truck Lirik Field.

Untuk memperkuat penanganan, PEP Lirik kemudian berkoordinasi dengan Kapolsek setempat serta meminta bantuan instansi di sekitar lokasi.

Page 2

PT Tunggal yang berada di sekitar lokasi kebakaran turut membantu dengan mengerahkan Cold Diesel Fire untuk menjangkau titik awal api yang sulit diakses.

Luqman mengatakan Fire Brigade langsung diarahkan menuju lokasi ketika api mulai menjalar mendekati Sumur ML-12. Penanganan dilakukan bersama sejumlah pihak hingga kondisi kebakaran dapat dikendalikan.

"Saat api mulai menjalar mendekati lokasi Sumur ML-12 sekitar pukul 15.00 WIB, Fire Brigade langsung kami arahkan untuk melakukan pemadaman. Penanganan dilakukan bersama pihak terkait hingga malam hari dan kondisi api berhasil dikendalikan," jelas Luqman Arif.

Meski api telah berhasil dipadamkan, PEP Lirik tidak langsung menghentikan pengamanan di lokasi. Tim tetap disiagakan untuk melakukan pendinginan sekaligus patroli di sekitar area.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara yang dapat memicu titik api baru, terlebih lokasi kebakaran berada dekat dengan fasilitas operasi.

"Tim tetap kami siagakan untuk melakukan pendinginan dan patroli. Ini penting untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala dan menjadi titik api baru, khususnya karena lokasinya berada dekat dengan area operasi," tambah Luqman Arif.

Pemantauan juga dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di wilayah operasi Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1.

Page 3

Penanganan karhutla di Lirik menjadi bagian dari pemantauan kondisi kebakaran serta hotspot di seluruh wilayah operasi PHR Zona 1.

Berdasarkan Laporan Harian Status Karhutla Zona 1 per 9 September 2026, sejumlah wilayah operasi terpantau relatif aman. North Sumatra Offshore (NSO), Rantau, Pangkalan Susu, dan Jambi Merang tercatat berstatus aman dengan penanganan dinyatakan selesai.

Sementara itu, Lirik berada dalam status siaga setelah kebakaran lahan yang mendekati Sumur ML-12 berhasil dipadamkan dan dinyatakan terkendali. Status siaga juga diterapkan di Jambi Field dengan fokus pemantauan hotspot dan firespot.

Luqman menegaskan PEP Lirik terus mengedepankan keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla, terutama di sekitar fasilitas operasi.

"Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Prinsipnya, setiap potensi karhutla yang berada di sekitar wilayah operasi harus segera ditangani untuk mencegah api meluas dan memastikan keselamatan masyarakat, lingkungan, maupun fasilitas operasi," tegasnya.

Selain respons pemadaman, patroli, pendinginan, serta pemantauan hotspot dan firespot terus dilakukan sesuai kondisi setiap wilayah operasi. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam menanggulangi karhutla sekaligus menjaga keselamatan dan keandalan operasional Zona 1.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |