Jalan Radikal Casio Menguasai Pasar Jam Dunia

1 month ago 69

Liputan6.com, Jakarta - Pasar jam tangan dunia dulunya terbagi menjadi dua kutub, yakni jam mekanis Swiss yang mewah tetapi sensitif, serta jam murah yang tidak tahan lama. Namun, Casio Computer Co., Ltd. berhasil memotong jalur tengah tersebut dengan cara yang sangat disruptif.

Raksasa teknologi asal Tokyo, Jepang ini tidak sekadar menciptakan alat penghitung waktu, melainkan mendefinisikan ulang esensi fisik dari jam tangan itu sendiri. Melalui komitmen radikal terhadap efisiensi elektronik, ketahanan struktur yang ekstrem, serta pengelolaan portofolio bisnis berkelanjutan, Casio sukses mengubah jam tangan dari sebuah aksesori ringkih menjadi instrumen harian yang tidak bisa dihancurkan dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Dilansir dari Time+Tide Watches, Sabtu (25/7/2026), lompatan besar Casio ke industri horologi berakar dari kompetensi dasar mereka di bidang elektronik digital dan kalkulator. Casio memanfaatkan keahlian kalkulasi sirkuit elektronik mereka untuk meluncurkan Casiotron pada tahun 1974.

Di era ketika pasar jam tangan masih didominasi oleh jarum mekanis atau analog, Casiotron muncul sebagai disrupsi total dengan menampilkan layar digital komputerisasi yang tidak hanya menunjukkan jam, menit, dan detik secara akurat, tetapi juga dilengkapi dengan kalender otomatis elektronik pertama di dunia yang dapat menyesuaikan jumlah hari dalam sebulan secara mandiri.

Langkah revolusioner ini memicu pergeseran paradigma global bahwa jam tangan bukan lagi sekadar susunan roda gigi mekanis, melainkan perangkat komputasi pergelangan tangan yang cerdas.

Mengutip WatchTime, proyek G-Shock muncul pertama kali pada tahun 1983, hasil inisiasi Kikuo Ibe. Proyek ini dipicu oleh kegelisahan atas pakem universal saat itu bahwa jam tangan adalah benda berharga yang sangat ringkih dan mudah pecah jika terjatuh. Ibe dan timnya melewati ratusan prototipe yang sengaja dijatuhkan dari jendela lantai tiga gedung Casio hingga akhirnya menemukan struktur pelindung berongga (hollow structure) yang terinspirasi dari bola karet.

Konsep struktur inovatif ini sukses melahirkan G-Shock DW-5000C pertama, sebuah jam tangan bongsor dibalut resin tebal yang secara radikal membalikkan standar estetika industri, bahwa jam tangan tidak lagi harus tampil tipis dan elegan, melainkan tebal, tangguh, dan tahan terhadap benturan ekstrem.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |