Dibayangi Tarif Trump, Jembatan Rp 82 Triliun Kanada-Amerika Serikat Beroperasi

9 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Jembatan besar penghubung Kanada dan Amerika Serikat (AS) Gordie Howe International Bridge, dibuka pada Senin, 27 Juli 2026, untuk laju truk, mobil, dan kendaraan lain. Ini adalah puncak dari proyek panjang yang belakangan ini tertahan akibat politik Internasional.

Melansir AP News, Kamis (30/7/2026), keturunan Gordie Howe, alias “Mr. Hockey”, ikon olahraga hoki Kanada yang bermain di NHL di tim Detroit Red Wings No. 9, jadi salah satu yang pertama melewati Sungai Detroit, yang membatasi Motor City dari Windsor, Ontario.

Senator AS perwakilan Michigan, Gary Peters juga ikut melintasi jembatan dengan sepeda motor, sedangkan Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer mengendarai Ford Mustang dengan atap terbuka.

Jembatan enam jalur yang dibangun Kanada dengan biaya sebesar 6,4 miliar dolar Kanada, atau Rp 82,2 triliun (asumsi kurs dolar Kanada terhadap rupiah di kisaran 12.855), kini jadi alternatif lebih murah dibanding Jembatan Ambassador.

Jembatan swasta itu terlibat isu monopoli terhadap truk besar pengangkut barang bernilai miliaran dari kedua negara tersebut, terutama untuk industri kendaraan.

Panjang jembatan terbaru ini 2,4 kilometer, dan berada 46 meter di atas permukaan sungai pada titik tertingginya. Pejalan kaki dan pesepeda juga akan dapat melewati jembatan tersebut secara gratis mulai 5 Agustus 2026.

“Terdapat ribuan truk yang melintas setiap hari,” ujar profesor bisnis yang mengajar manajemen rantai pasokan di Wayne State University, Kevin Ketels.

Tarif 50% AS Kepada Kanada Picu Konflik

Pada perayaan pemotongan pita oleh Kanada untuk meresmikan jembatan ini minggu lalu di Windsor, perwakilan AS dan Michigan tidak diundang lantaran Presiden Donald Trump memberlakukan tarif 50% untuk produk Kanada yang masuk ke AS.

AS adalah mitra dagang terbesar Kanada, dengan 70% ekspor Kanada ditujukan untuk AS. Berdasarkan pernyataan Departemen Transportasi AS, Detroit adalah terminal truk No. 1 di perbatasan AS-Kanada. 

Perselisihan antara kedua negara ini dianggap tidak bermutu maupun berguna. “Perselisihan ini sangat menyulitkan kami yang berada di wilayah ini,” ujar Ketels.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |