BUMN Tak Boleh Borong Proyek, Swasta Wajib Diajak

7 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Program penataan pada 2026 ini bukanlah akhir dari transformasi. Setelah proses penyelarasan berjalan mulus, fokus BUMN tahun depan akan bergeser ke fase penguatan dan ekspansi bisnis.

"Tahun ini kita streamline. Tahun depan kita mulai strengthening dan growing," tegasnya.

Di saat yang sama, BP BUMN juga menyiapkan penguatan sumber daya manusia (SDM). Salah satu program unggulannya menyasar sekitar 10 ribu talenta muda dari internal BUMN dan lulusan perguruan tinggi. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 peserta terpilih akan digembleng menjadi calon pemimpin masa depan melalui seleksi dan pelatihan ketat.

Tedi menambahkan, tantangan kepemimpinan ke depan makin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI) dan synthetic voice. Karena itu, para calon pemimpi disimulasikan menghadapi berbagai skenario pengambilan keputusan yang dinamis.

"Nanti kita bisa melihat atau mendengar hal yang sebenarnya bukan riil akibat AI dan synthetic voice. Kita akan dihadapkan pada situasi yang belum pernah ada sebelumnya," pungkas Tedi.

Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata menyebut pihaknya tengah gencar melakukan streamlining business. Langkah ini diambil demi meningkatkan efisiensi sekaligus mengembalikan BUMN ke bisnis intinya (core business). Penataan ini ditargetkan selesai pada 2026, sebagai pijakan sebelum masuk ke tahap penguatan dan pertumbuhan di tahun berikutnya.

Tedi menjelaskan, penataan ini berfokus pada tiga aspek utama, yaitu fokus bisnis, skala perusahaan, dan penguatan kontrol anak usaha. BUMN juga didorong untuk merangkul pihak swasta pada kegiatan di luar bisnis inti, alih-alih menggarap semuanya sendiri.

"Sekarang harus kembali ke core business. Kalau ada yang di luar itu, kerja sama dengan swasta harus jadi bagian dari pertumbuhan kita. Nggak bisa semuanya diborong BUMN," ujar Tedi dalam Antara Business Forum 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Selain itu, BUMN perlu memperbesar skala usaha agar perusahaan di bidang sejenis tidak saling sikut dalam skala kecil. Menurutnya, skala yang lebih besar akan membuka peluang bagi BUMN untuk melebarkan sayap ke pasar regional hingga global.

"Kalau skalanya makin besar dan pasar domestik sudah terlalu dominan, sudah saatnya kita main di pasar regional dan global," tambahnya.

Aspek ketiga adalah penguatan kontrol. BP BUMN ingin memperketat pengawasan hingga ke tingkat anak dan cucu perusahaan agar struktur organisasi serta kinerjanya makin transparan.

"Tiga hal ini, fokus, skala, dan kontrol yang lebih baik jadi alasan utama kenapa kita perlu penyederhanaan ini," terang Tedi.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |