Boeing Tunda Peluncuran Penerus 737 MAX

8 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Boeing masih belum berencana meluncurkan pesawat komersial baru dalam waktu dekat. Produsen pesawat asal Amerika Serikat itu memilih memprioritaskan pemulihan kondisi keuangan, peningkatan kualitas produksi, serta stabilisasi bisnis sebelum mengembangkan penerus pesawat andalannya, Boeing 737 MAX.

CEO Boeing Kelly Ortberg mengatakan, perusahaan masih membutuhkan waktu sekitar dua tahun lagi untuk memperbaiki kondisi keuangannya sebelum siap meluncurkan program pesawat komersial baru.

Dalam wawancara dengan CNBC di ajang Farnborough International Airshow di Inggris, Ortberg menjelaskan terdapat tiga syarat utama yang harus dipenuhi Boeing sebelum memutuskan mengembangkan pesawat baru.

"Pertama-tama, kami harus benar-benar siap, dan salah satunya adalah memperbaiki kondisi keuangan perusahaan. Kami sedang mengerjakannya. Kami membutuhkan waktu sekitar dua tahun lagi untuk mencapai posisi yang kami inginkan," kata dia dikutip dari CNBC, Selasa (21/7/2026).

Ortberg, yang kembali dari masa pensiunnya untuk memimpin Boeing setelah perusahaan menghadapi berbagai persoalan kualitas produksi, juga menegaskan bahwa kesiapan teknologi dan besarnya permintaan pasar menjadi faktor penting sebelum Boeing meluncurkan pesawat generasi baru.

Menurut dia, maskapai penerbangan saat ini lebih menginginkan Boeing fokus meningkatkan keandalan produksi pesawat yang sudah ada dibandingkan memperkenalkan model baru.

Airbus Tengah Siapkan Pesawat Baru

Pernyataan tersebut mengindikasikan Boeing kemungkinan belum akan meluncurkan pesawat berbadan sempit (narrow-body aircraft) generasi baru hingga mendekati akhir dekade ini.

Saat ini, pasar pesawat komersial dunia masih didominasi oleh Boeing dan Airbus. Kehadiran pesawat baru dinilai penting bagi Boeing untuk bersaing dengan keluarga pesawat Airbus A320 yang menjadi pesaing utama Boeing 737 MAX.

Di sisi lain, Airbus justru mulai menyiapkan langkah berikutnya.

CEO Airbus Guillaume Faury mengatakan perusahaannya menargetkan menghadirkan pesawat lorong tunggal generasi baru sekitar tahun 2030, dengan target mulai beroperasi pada paruh kedua dekade tersebut.

"Kami adalah pemimpin di segmen pesawat lorong tunggal dan kami ingin mempertahankan posisi tersebut," kata dia. 

Meski demikian, Faury mengatakan Airbus juga masih memprioritaskan peningkatan produksi pesawat yang saat ini dipasarkan untuk memenuhi tingginya permintaan pelanggan.

Baik Boeing maupun Airbus masih menghadapi tantangan rantai pasok sejak pandemi Covid-19, sehingga keduanya kesulitan memenuhi permintaan pesawat baru dari maskapai di berbagai negara.

Program Air Force One

Seiring mulai membaiknya kinerja Boeing di bawah kepemimpinan Kelly Ortberg, sentimen investor terhadap Airbus pada tahun ini disebut mulai melemah dibandingkan sebelumnya.

Kedua produsen pesawat tersebut dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal II pada akhir bulan ini.

Selain membahas pesawat komersial, Ortberg juga mengungkapkan Boeing akan meningkatkan investasi untuk mempercepat penyelesaian proyek pesawat kepresidenan Amerika Serikat generasi terbaru, Air Force One.

Menurut dia, Boeing akan menambah jumlah insinyur dan tenaga produksi serta menerapkan sistem kerja dalam beberapa giliran (shift) untuk memastikan proyek pesawat VC-25B dapat diserahkan sesuai target pada 2028.

Program Air Force One sebelumnya telah mengalami beberapa kali penundaan. Awalnya, pesawat tersebut dijadwalkan dikirim pada 2024, namun berbagai kendala membuat jadwal pengiriman mundur hingga empat tahun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |