BCA Pasang Target Kredit Tumbuh hingga 10 Persen di 2026

21 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membidik pertumbuhan kredit pada kisaran 8 hingga 10 persen pada tahun 2026. Prospek pertumbuhan tersebut dinilai masih menjanjikan dan diyakini makin kuat ditopang oleh kinerja semester II 2026.

Direktur BCA Vera Eve Lim mengatakan, pihaknya tetap memegang teguh target yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026.

"Kami tetap mempertahankan target pertumbuhan kredit yang ada di RBB, yaitu di kisaran 8–10 persen," kata Vera dalam Paparan Kinerja Semester I 2026 BCA secara daring, dikutip Rabu (29/7/2026).

Sebagai informasi, penyaluran kredit BCA hingga semester I 2026 tumbuh 8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan untuk pertama kalinya berhasil menembus angka Rp 1.036 triliun. Pada paruh pertama 2026, tren Peningkatan penyaluran kredit juga terpantau positif.

"Kalau memperhatikan kinerja BCA di semester pertama dibanding Desember, kredit kami tumbuh secara keseluruhan 4,3 persen dari kuartal ke kuartal (quarter-on-quarter). Jadi, kuartal kedua dibanding kuartal pertama pertumbuhannya 4,2 persen," bebernya.

Ia turut menyampaikan bahwa penyesuaian suku bunga Bank Indonesia (BI) tidak secara langsung memengaruhi bunga kredit BCA. "Secara keseluruhan, kami masih on target mempertahankan sasaran sepanjang tahun 2026," imbuhnya.

BCA Kantongi Laba Rp 29,5 Triliun hingga Juni 2026

Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 29,5 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 1,8% secara tahunan (yoy). Kenaikan laba ditopang oleh ekspansi kredit yang untuk pertama kalinya menembus Rp 1.036 triliun, naik 8% yoy.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, pendapatan operasional BCA meningkat 2,2% yoy menjadi Rp 55,8 triliun. Pendapatan bunga bersih tercatat Rp 42,4 triliun, turun 0,6% yoy, sementara pendapatan nonbunga naik 11% yoy menjadi Rp 13,2 triliun.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, pertumbuhan kredit didorong oleh penyaluran pembiayaan yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta didukung kondisi likuiditas yang kuat.

"BCA dan entitas anak menjaga penyaluran kredit secara prudent ke berbagai sektor sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung perekonomian nasional,” ujar Hendra dalam konferensi pers disiarkan daring, Selasa (28/7/2026).

Pendanaan dan Kredit

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) naik 7,9% yoy menjadi Rp 1.284 triliun, ditopang pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 10,2% yoy menjadi Rp 1.082 triliun.

Kredit produktif tumbuh 11% yoy menjadi Rp 802 triliun, terdiri atas kredit korporasi yang meningkat 13,6% yoy menjadi Rp 513,4 triliun dan kredit komersial serta UKM yang naik 6,6% yoy menjadi Rp 288,5 triliun.

"Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan,” jelasnya. Di sisi pembiayaan berkelanjutan, penyaluran green financing meningkat 19% yoy menjadi Rp 123 triliun. Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio loan at risk (LAR) sebesar 4,9% dan non-performing loan (NPL) di level 1,9% per akhir Juni 2026.

"Kinerja BCA pada paruh pertama 2026 ditopang berbagai hal, seperti BCA Expoversary 2026 dan penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor,” ucapnya. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |